Mark Zuckerberg Kembali Ke X Untuk Perkenalkan Model AI Muse Spark 1.1

Mark Zuckerberg Kembali ke X untuk Perkenalkan Model AI Muse Spark 1.1
Ilustrasi : Mark Zuckerberg sedang membuat unggahan sosial media. (Lihat.co/AG)

Lihat.co - Setelah sekitar tiga tahun tidak mengunggah di platform X, CEO Meta Mark Zuckerberg akhirnya kembali aktif dengan membagikan kabar terbaru dari ai meta. Lewat akun pribadinya, Zuckerberg memperkenalkan Muse Spark 1.1, model kecerdasan buatan (AI) terbaru Meta yang diklaim unggul dalam menjalankan tugas berbasis agen (agentic AI), penggunaan berbagai alat (tool use), serta pengoperasian komputer.

Dalam unggahannya, Zuckerberg menyebut Muse Spark 1.1 dirancang untuk menangani tugas berdurasi panjang berkat dukungan context window hingga 1 juta token. Model tersebut juga mampu mendelegasikan pekerjaan ke beberapa sub-agent yang berjalan secara paralel serta dilatih untuk berinteraksi dengan antarmuka komputer di desktop, perangkat seluler, maupun browser.

Melalui blog resminya, Meta menjelaskan bahwa Muse Spark 1.1 dikembangkan oleh Meta Superintelligence Labs sebagai model AI terbaru yang membawa peningkatan pada kemampuan penalaran, pemrograman (coding), penggunaan alat (tool use), hingga pemahaman multimodal. Perusahaan menyebut model ini menjadi bagian dari upaya membangun personal superintelligence yang dapat membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas secara lebih mandiri.

Muse Spark 1.1 dirancang untuk meningkatkan kemampuan AI dalam menyelesaikan pekerjaan yang melibatkan banyak tahapan. Model ini dapat merencanakan langkah-langkah penyelesaian tugas, memanfaatkan layanan atau aplikasi eksternal, hingga membagi pekerjaan ke beberapa sub-agent yang bekerja secara paralel agar proses eksekusi menjadi lebih efisien.

Kemampuan tersebut didukung oleh context window hingga 1 juta token. Dengan kapasitas konteks yang besar, Muse Spark 1.1 mampu mempertahankan informasi penting selama percakapan atau proses kerja yang panjang, sekaligus mengambil kembali konteks yang relevan saat dibutuhkan. Menurut Meta, kemampuan ini ditujukan untuk mendukung pengembangan agen AI yang dapat menangani proyek kompleks tanpa kehilangan konteks.

Selain peningkatan pada penalaran, Meta juga memperkuat kemampuan Muse Spark 1.1 di bidang pemrograman. Model ini diklaim mampu membantu pengembang menganalisis bug yang kompleks, mengembangkan fitur baru dalam proyek perangkat lunak berskala besar, hingga mendukung migrasi kode pada lingkungan perusahaan.

Meta turut meningkatkan kemampuan computer use sehingga Muse Spark 1.1 dapat berinteraksi dengan berbagai aplikasi layaknya pengguna. Dalam kondisi tertentu, model dapat memilih menggunakan antarmuka aplikasi secara langsung atau membuat skrip otomatis apabila dinilai lebih efektif untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Sebelum dirilis, Muse Spark 1.1 juga menjalani serangkaian pengujian keamanan menggunakan kerangka kerja Advanced AI Scaling Framework milik Meta. Evaluasi tersebut mencakup berbagai kategori risiko, termasuk keamanan siber, ancaman kimia dan biologi, serta potensi penyalahgunaan model AI.

Berdasarkan hasil pengujian internal perusahaan, Muse Spark 1.1 diklaim memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap serangan prompt injection, upaya jailbreak, maupun masukan dari sumber yang tidak tepercaya. Meta juga menyebut model terbaru ini menghasilkan tingkat halusinasi yang lebih rendah dibandingkan versi sebelumnya.

Bersamaan dengan peluncuran Muse Spark 1.1, Meta membuka akses public preview untuk Meta Model API sehingga pengembang dapat mulai membangun aplikasi menggunakan model Muse spark 1.1. Sementara itu, pengguna umum sudah dapat mencoba Muse Spark 1.1 melalui mode Thinking di aplikasi Meta AI maupun layanan meta.ai.

Berdasarkan hasil benchmark yang dipublikasikan Vals.ai, Muse Spark 1.1 menempati peringkat pertama pada MedScribe dan TaxEval, menggeser Fable 5 dari posisi teratas. Vals.ai juga mencatat model tersebut memiliki biaya inferensi sekitar 10 kali lebih rendah dengan kecepatan sekitar dua kali lebih tinggi dibandingkan Fable 5.

Pada Harvey’s Legal Agent Bench, Muse Spark 1.1 juga menjadi model dengan peringkat tertinggi, mengambil alih posisi Grok 4.5. Menurut Vals.ai, pencapaian tersebut diraih kurang dari 24 jam setelah model AI besutan xAI itu sempat memimpin benchmark yang sama. Selain itu, Muse Spark 1.1 juga berada di peringkat keempat pada Vals Index, sekaligus menjadi model dengan performa tercepat di antara 10 besar model yang masuk dalam pemeringkatan tersebut.

Peningkatan paling mencolok juga terlihat pada Vibe Code Bench. Dibandingkan Muse Spark generasi sebelumnya, Muse Spark 1.1 melonjak 36 peringkat dengan kenaikan skor sebesar 52,5 poin persentase. Data Vals.ai menunjukkan model ini menjadi salah satu model dengan peningkatan performa terbesar pada benchmark tersebut, Vals.ai juga menyebut Muse Spark 1.1 menjadi model dengan kombinasi performa, kecepatan, dan efisiensi biaya terbaik di antara model yang berada di jajaran 10 besar benchmark tersebut.

Peluncuran Muse Spark 1.1 memperlihatkan langkah terbaru Meta dalam memperkuat posisinya di pasar AI generatif yang semakin kompetitif. Selain mengembangkan chatbot, perusahaan kini semakin fokus menghadirkan model yang mampu bertindak sebagai agen AI (AI agent), yakni sistem yang dapat merencanakan, menggunakan berbagai alat, dan mengeksekusi tugas secara lebih mandiri untuk membantu pengguna maupun pengembang.

Komentar