OpenClaw Resmi Bentuk Yayasan AI Nirlaba

OpenClaw Resmi Bentuk Yayasan AI Nirlaba
Illustrasi : Openclaw (Lihat.co/AG)

Lihat.co - Proyek AI open source OpenClaw resmi membentuk OpenClaw Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang akan mengelola pengembangan proyek tersebut dalam jangka panjang. Melalui struktur baru ini, OpenClaw ingin memastikan platformnya tetap terbuka, independen, dan tidak bergantung pada kepentingan satu perusahaan.

Dalam pengumuman di blog resminya, OpenClaw menjelaskan bahwa pembentukan yayasan menjadi tonggak baru setelah proyek tersebut berkembang pesat hanya dalam waktu sekitar enam bulan. OpenClaw mengklaim kini mencatat sekitar 4,5 juta “claws” baru setiap pekan dan menjadi repositori dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah GitHub.

Menurut OpenClaw, model organisasi nirlaba dipilih untuk menjaga proyek tetap dikelola secara netral sekaligus menjamin keberlangsungan pengembangannya dalam jangka panjang. Yayasan akan bertugas mengelola tata kelola proyek, pendanaan, serta memastikan OpenClaw tetap menggunakan lisensi MIT dan mempertahankan pendekatan open source.

OpenClaw menilai pendekatan tersebut telah terbukti pada sejumlah proyek open source besar seperti Linux, Apache, dan Mozilla yang mampu berkembang selama bertahun-tahun berkat dukungan organisasi independen sebagai pengelolanya. Dengan model serupa, OpenClaw berharap komunitas pengembang dapat terus berkontribusi tanpa khawatir terhadap perubahan arah proyek di masa mendatang.

Melalui yayasan tersebut, OpenClaw juga menegaskan visinya untuk menghadirkan AI yang dapat berjalan langsung di perangkat pengguna, terintegrasi dengan aplikasi yang telah digunakan sehari-hari, serta tetap berada di bawah kendali pemiliknya.

Menurut OpenClaw, pendekatan tersebut bertujuan menghadirkan AI yang lebih personal dibanding layanan berbasis cloud, sehingga pengguna memiliki kontrol lebih besar terhadap data maupun cara AI digunakan.

Seiring pembentukan yayasan, OpenClaw untuk pertama kalinya membentuk tim penuh waktu yang terdiri dari pengembang open source serta anggota komunitas dari berbagai negara. Tim tersebut akan menangani pengembangan teknologi, kemitraan, operasional, hingga pengelolaan komunitas.

OpenClaw juga membuka sejumlah posisi baru untuk mendukung pengembangan proyek, mulai dari engineer, product designer, developer relations, hingga chief of staff.

Bersamaan dengan pengumuman tersebut, OpenClaw turut mengungkap dukungan dari sejumlah perusahaan teknologi dan institusi akademik.

OpenAI disebut menjadi salah satu donor utama sekaligus mendukung pengembangan keamanan platform dan infrastruktur inferensi. NVIDIA menghadirkan NemoClaw yang memungkinkan OpenClaw dijalankan secara lokal menggunakan model AI terbuka, sementara Microsoft memanfaatkan teknologi OpenClaw dalam pengembangan Microsoft Scout, agen AI untuk kebutuhan perusahaan. University of Michigan juga menjadi salah satu donor terbesar sekaligus membentuk Institute for Agentic Computing sebagai pusat riset teknologi AI berbasis agen.

Selain itu, OpenClaw menyebut Tencent, Atlassian, Blacksmith, Vercel, Cloudflare, Convex, dan GitHub ikut berkontribusi dalam berbagai aspek pengembangan ekosistem, mulai dari keamanan, infrastruktur, hingga dukungan untuk komunitas pengembang.

Menurut OpenClaw, pembentukan yayasan menandai fase baru bagi proyek yang awalnya berkembang sebagai inisiatif komunitas tersebut. Kini, OpenClaw tidak hanya berfokus mengembangkan teknologi AI open source, tetapi juga membangun organisasi yang bertanggung jawab terhadap tata kelola, pendanaan, dan kolaborasi jangka panjang.

Yayasan berharap langkah ini dapat memperkuat posisi OpenClaw sebagai proyek AI open source yang tetap independen sekaligus mendorong kolaborasi dengan komunitas pengembang, perusahaan teknologi, dan lembaga riset di berbagai negara.

Komentar